Hakim Italia Hukum 3 (tiga) Eksekutif Google


Hakim Italia Hukum 3 (tiga) Eksekutif Google, begitulah berita yang kami dapati dari berbagai media Elektronik, berita ini mungkin cukup menghebohkan bagi pengguna internet khususnya mereka yang selama ini memanfaatkan google sebagai mesin pencari yang handal. berikut berita tentang Hakim Italia Hukum 3 (tiga) Eksekutif Google.
http://3.bp.blogspot.com/_ZaGO7GjCqAI/SL2hzT_2pgI/AAAAAAAAKzk/4-cvO3Vf8ts/s640/google-chrome-google.com

Sumber: http://www.detikinet.com/read/2010/02/25/102506/1306552/399/italia-hukum-3-eksekutif-google

Roma - Raksasa internet Google kembali terkena masalah. Tiga eksekutif Google diputus bersalah melanggar hukum privasi di Italia.

Kasus ini bermula ketika sebuah video mengenai seorang anak autis yang dihina habis-habisan, diposting di Google pada tahun 2006. Google dilaporkan ke pengadilan karena dinilai gagal membendung postingan video tersebut.

Pihak Google Italia sebenarnya telah menghapus video bersangkutan. Namun jaksa penuntut menilai video itu terlalu lama nampang di internet, yaitu sekitar 2 bulan sehingga Google dituding mengabaikan hak privasi si anak autis

Akibatnya, David Drummond, Senior Vice President Google, George Reyes, mantan Chief Financial Oficer serta Peter Fleischer, Global Privacy Counsel Google diputus bersalah dan dikenai hukuman percobaan.

Menanggapi kasus di Italia ini, Google menilai hukuman tersebut sebagai ancaman bagi kebebasan internet.

Raksasa mesin cari ini menyatakan, adalah tidak mungkin bagi penyedia platform seperti Google menyaring semua konten yang diupload ke situsnya. Biasanya, jika ada yang lapor sebuah konten bermasalah, baru Google menghapusnya.

Dikutip detikINET dari SMH, Kamis (25/2/2010), pihak Google menyatakan bakal mengajukan banding. Keputusan hukum di Italia itu dianggap sebagai serangan terhadap prinsip kebebasan berekspresi. ( fyk / faw )


Sumber: http://dunia.vivanews.com/news/read/132508-hakim_italia_hukum_tiga_eksekutif_google

VIVAnews - Undang-undang privasi internet kembali memakan korban. Kali ini, korbannya adalah dari perusahaan internet itu sendiri. Seorang hakim asal Italia menyatakan tiga orang petinggi Google bersalah telah melanggar privasi seorang pelajar asal Italia yang digertak temannya tahun 2006 lalu dan videonya dipajang di layanan video Google, YouTube.

Video tersebut muncul di situs itu selama dua bulan sebelum ditemukan oleh Google lalu dicopot. Meski demikian, tidak ada satupun eksekutif tersebut yang terlibat dalam pembuatan video yang bersangkutan.

Hakim Oscar Magi, memutuskan hukuman enam bulan penjara bagi para petinggi Google tersebut. Akan tetapi tampaknya ketiganya tidak perlu masuk ke balik jeruji. Pasalnya, hukuman di bawah 3 tahun biasanya dapat ditukar dengan hukuman sosial lainnya bagi mereka yang tidak memiliki catatan kejahatan.

Google sendiri menentang keras keputusan tersebut. Dalam posting di blog resmi Google bertajuk “Serious Threat to the Web in Italy” Google menyebutkan keputusan tersebut ‘mengherankan’ dan menyebutkan bahwa mereka sebenarnya telah membantu kepolisian untuk menangkap mereka yang mengupload video (dan menggertak anak autis yang menjadi korban) dan membawanya ke hadapan hukum.

Lebih lanjut, seperti VIVAnews kutip dari Engadget, 27 Februari 2010, Google menyatakan keputusan tersebut menyerang prinsip dasar kebebasan yang menjadi inti hadirnya internet.

“Undang-undang Uni Eropa dibuat untuk memberikan penyedia hosting kebebasan dari hukuman asalkan mereka menghapuskan konten ilegal sesaat mereka mengetahui keberadaan konten tersebut,” sebut Google dalam keterangannya. “Kebijakan ini tentu akan membantu meningkatkan kreativitas dan dukungan atas hak kebebasan berpendapan sambil melindungi privasi individu,” sebut Google.

“Akan tetapi, jika prinsip tersebut dikesampingkan, situs seperti Blogger, YouTube, jejaring sosial dan forum diskusi komunitas online diminta bertanggung jawab atas setiap konten yang dipasang pada mereka, setiap teks, setiap foto, setiap file, setiap video, maka internet yang kita ketahui saat ini akan berhenti keberadaannya, dan banyak keuntungan ekonomi, sosial, politik, dan teknologi yang dihadirkan akan hilang,” sebut Google.

Google sendiri akan mengajukan banding atas hukuman hakim di Italia tersebut.

0 Response to "Hakim Italia Hukum 3 (tiga) Eksekutif Google"

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung !
Silahkan berkomentar dengan menyertakan nama atau URL anda :